fraksipan.com - Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mendorong TVRI, RRI, dan LKBN Antara untuk mengambil peran strategis dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 tanpa terkecuali. Menurutnya, ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut harus dapat diakses secara merata hingga ke pelosok negeri.

Saleh menegaskan bahwa hak masyarakat untuk menikmati siaran Piala Dunia 2026 tidak boleh terhambat oleh keterbatasan sinyal, kondisi geografis, maupun berbagai kendala akses lainnya. Oleh karena itu, lembaga penyiaran publik diharapkan mampu menghadirkan layanan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kualitas siaran dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi kendala akses televisi.

“Kalau di tempat-tempat yang channel-channel TVRI-nya belum bersih itu kita sebetulnya sudah kasih kesempatan kepada TVRI untuk membersihkannya, untuk mengatur dan memperbaiki,” ujar Saleh sebagaimana dikutip dari laman DPR RI, Selasa (9/6/2026).

Saleh Daulay Minta TVRI Perluas Jangkauan Siaran Piala Dunia 2026

Politisi PAN tersebut menjelaskan bahwa Komisi VII DPR RI telah meminta TVRI untuk melakukan langkah-langkah percepatan dalam memperluas jangkauan siaran. Salah satu upaya yang didorong adalah menjalin kerja sama dengan berbagai jaringan penyiaran yang telah tersedia di daerah agar masyarakat dapat menikmati siaran dengan kualitas yang lebih baik.

“Diharapkan bekerja sama dengan saluran-saluran yang sudah tersedia. Mungkin dia sewalah atau apalah itu, kita sudah minta,” katanya.

Menurut Saleh, kesiapan infrastruktur penyiaran menjadi faktor penting agar masyarakat di berbagai wilayah Indonesia tidak kehilangan kesempatan untuk menyaksikan langsung pertandingan-pertandingan bergengsi dalam Piala Dunia 2026.

Peran RRI dan Antara Dinilai Penting untuk Akses Informasi yang Inklusif

Selain televisi, Saleh juga menyoroti pentingnya peran Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai media informasi yang masih sangat relevan, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil serta penyandang disabilitas netra.

Ia berharap RRI dapat menghadirkan siaran, laporan pertandingan, dan informasi terkini secara maksimal sehingga masyarakat yang tidak dapat menikmati tayangan visual tetap bisa mengikuti perkembangan turnamen dunia tersebut.

“RRI ini sangat diharapkan untuk membantu masyarakat kita untuk mengikuti siaran Piala Dunia. Bagi mereka yang tidak bisa melihat atau yang kekurangan penglihatan dan lain sebagainya, mereka kan tetap butuh mengetahui perkembangan apa yang terjadi dalam konteks olahraga ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Saleh juga menilai peran LKBN Antara sangat penting dalam mendistribusikan informasi dan pemberitaan terkait Piala Dunia 2026 secara cepat dan merata ke seluruh daerah.

Komisi VII DPR RI Dorong Kolaborasi untuk Hadirkan Kemeriahan Piala Dunia bagi Semua

Saleh menambahkan bahwa kolaborasi antara TVRI, RRI, dan LKBN Antara menjadi kunci utama untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan euforia Piala Dunia 2026.

Menurutnya, sinergi antarlembaga penyiaran publik akan membantu menghadirkan akses informasi dan siaran yang lebih luas sehingga tidak ada warga negara yang tertinggal dalam menikmati pesta sepak bola dunia tersebut.

“Dengan begitu semua orang di Indonesia tidak ada yang ketinggalan. Semua orang di Indonesia boleh untuk bergembira,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini diperkirakan menjadi salah satu perhelatan olahraga paling banyak disaksikan masyarakat Indonesia, sehingga kesiapan layanan penyiaran menjadi perhatian penting agar seluruh warga dapat ikut merasakan kemeriahan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.