fraksipan.id - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menyatakan pemerintah telah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Salah satu perhatian utama adalah potensi gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.
Menurut Putri, langkah pemerintah yang memastikan cadangan energi nasional tetap aman menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Ia menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang tetap aman menunjukkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi yang matang.
Putri menjelaskan bahwa Indonesia juga telah memiliki strategi diversifikasi sumber impor energi serta kerja sama strategis dengan berbagai perusahaan energi global. Salah satunya melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat seperti Chevron dan ExxonMobil, sehingga jalur suplai alternatif tetap tersedia apabila terjadi gangguan distribusi global.
Meski demikian, Putri mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait ketersediaan pasokan energi, tetapi juga potensi kenaikan harga minyak dunia yang kini telah berada di kisaran USD 80 per barel.
Menurutnya, lonjakan harga minyak tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya pada pos subsidi dan kompensasi energi. Jika tidak dikelola secara hati-hati, kondisi ini juga dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
Fraksi PAN DPR RI, lanjut Putri, mendukung penuh langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga stabilitas energi sekaligus stabilitas fiskal nasional.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan APBN dan perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Setiap kebijakan yang diambil harus berbasis pada prinsip kehati-hatian, akurasi data, serta keberpihakan kepada rakyat kecil,” ujarnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan parlemen, Putri memastikan DPR akan terus menjalankan perannya secara konstruktif dan kolaboratif. Komisi XII DPR RI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina guna memastikan stok BBM nasional tetap aman, rantai pasok terkendali, serta strategi pengadaan berjalan efektif menghadapi dinamika global.
Di sisi lain, Putri menilai situasi geopolitik saat ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Hal tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan lifting minyak dan gas bumi, optimalisasi sumber daya energi domestik, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.
Menurutnya, ketergantungan terhadap dinamika geopolitik global harus secara bertahap dikurangi melalui kebijakan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Pemerintah telah menunjukkan kesiapsiagaan. Tugas kita bersama adalah memastikan stabilitas tetap terjaga dan rakyat tidak terbebani. PAN berdiri bersama pemerintah untuk menjaga energi nasional tetap aman sekaligus memastikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat,” tutup Putri Zulkifli Hasan.