fraksipan.id – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri dalam inisiatif global Board of Peace (BoP). Kebijakan tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor diplomasi perdamaian yang berpengaruh di tingkat internasional.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN di Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, menyampaikan sikap itu usai menghadiri undangan khusus Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung hampir tiga jam, Presiden berdiskusi dengan para tokoh senior dan pakar diplomasi lintas institusi mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Farah menilai forum tersebut menjadi ruang keterbukaan Presiden dalam memaparkan data dan pertimbangan strategis yang selama ini belum tersampaikan secara luas kepada publik. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam BoP tidak bersifat simbolik, melainkan berbasis pada pertimbangan kemanusiaan dan dampak nyata di lapangan.
Ia menyampaikan bahwa Presiden menjelaskan diplomasi Indonesia melalui BoP telah memberi efek langsung terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza, khususnya dalam membuka jalur distribusi bantuan yang sebelumnya terhambat.
“Presiden membeberkan data konkret bahwa sejak krisis memuncak Oktober 2023, baru sekarang, dengan adanya mekanisme BoP, kebutuhan pangan di Gaza benar-benar bisa terpenuhi. Beliau menyampaikan saat ini ada sekitar 4.200 truk bantuan kemanusiaan per minggu yang berhasil masuk. Ini adalah kemajuan nyata yang disampaikan langsung oleh Presiden,” ujar Farah dalam keterangannya di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa posisi Indonesia terhadap Palestina tidak berubah dan justru diperkuat melalui keanggotaan di BoP. Sebagai negara pendiri, Indonesia tetap memegang teguh prinsip perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Presiden memberikan komitmen tegas kepada kami: sebagai founding country, suara Indonesia untuk Palestina tidak akan goyah. Beliau menekankan stance kita adalah harga mati: the only solution for Palestine is the two-state solution,” kata Farah.
Farah menambahkan, Presiden menerapkan prinsip kehati-hatian dalam keikutsertaan Indonesia di BoP. Pemerintah memilih pendekatan wait and see guna memastikan seluruh mekanisme organisasi tersebut tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan amanat konstitusi.
“Presiden sangat jelas soal ini. Kita wait and see. Selama prinsipnya sejalan, kita lanjut. Namun, beliau menegaskan jika ada hal yang bertentangan dengan prinsip kita, we can exit anytime. Kedaulatan sikap Indonesia tetap menjadi prioritas utama beliau,” ujarnya.
Berdasarkan paparan dan jaminan tersebut, Farah menyatakan Fraksi PAN memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis Presiden Prabowo. Menurutnya, kebijakan ini telah menjawab berbagai keraguan publik sekaligus menunjukkan peran aktif Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia.
“Fraksi PAN memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo. Kami memandang kebijakan ini sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjunjung tinggi perdamaian dan prinsip kemanusiaan yang adil, serta memastikan Indonesia terus berperan aktif dalam ketertiban dunia,” tutup Farah.