fraksipan.id – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Herry Dermawan, mendorong pemanfaatan Bendungan Leuwikeris secara maksimal, khususnya untuk mendukung sistem irigasi pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikan Herry saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis, Senin (22/12/2025).

Legislator PAN yang bertugas di Komisi IV DPR RI itu menegaskan bahwa infrastruktur strategis seperti Bendungan Leuwikeris harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, terutama di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

“Bendungan Leuwikeris harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sektor pertanian, terutama untuk mendukung kebutuhan irigasi,” tegas Herry Dermawan, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X.

Ia menjelaskan, Bendungan Leuwikeris merupakan infrastruktur vital dengan fungsi yang sangat strategis dan multifungsi. Dengan kapasitas tampung sekitar 81 juta meter kubik air, bendungan ini dirancang tidak hanya sebagai penampungan air, tetapi juga sebagai sistem pengelolaan tata air terpadu.

Bendungan Leuwikeris memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai sumber irigasi pertanian, penyediaan air baku, pengendalian banjir di wilayah hilir, serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas hingga 20 Megawatt. Dalam kesempatan tersebut, Herry secara khusus menyoroti peran bendungan sebagai tulang punggung irigasi pertanian.

Bendungan ini ditargetkan mampu mengairi lebih dari 11.000 hektare lahan pertanian yang berada di Daerah Irigasi Lakbok Utara dan Manganti. Wilayah tersebut mencakup sejumlah daerah lumbung pangan, seperti Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, hingga Cilacap.

Dengan pasokan air yang stabil dan sistem pengairan yang terkelola dengan baik, Herry berharap berbagai persoalan klasik di sektor pertanian, seperti kekeringan saat musim kemarau dan potensi banjir di musim hujan, dapat ditekan secara signifikan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah daerah, serta perkumpulan petani pengguna air (P3A). Sinergi lintas sektor tersebut dinilai krusial untuk memastikan distribusi air berjalan efektif, tepat sasaran, dan bebas dari inefisiensi.

Menurutnya, optimalisasi fungsi irigasi Bendungan Leuwikeris berpotensi meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi dua bahkan tiga kali tanam dalam setahun. Selain itu, ketersediaan air yang terjamin juga membuka peluang bagi petani untuk melakukan diversifikasi komoditas, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat secara berkelanjutan.