fraksipan.id – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Boyman Harun, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur keselamatan seperti underpass dan jalur layang (elevated track) guna mengurangi risiko kecelakaan kereta api di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Boyman dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Korlantas Polri, serta jajaran PT Kereta Api Indonesia dan PT Kereta Commuter Indonesia di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (21/5/2026).

Rapat tersebut membahas evaluasi kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Dalam kesempatan itu, Boyman menyampaikan duka cita atas insiden yang menimbulkan korban jiwa. Ia menilai keberadaan perlintasan sebidang yang masih banyak tersebar di jalur aktif kereta menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera dibenahi.

Menurutnya, pemisahan total antara jalur kereta api dan jalan raya merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

“Jika kita membangun infrastruktur keselamatan seperti jalur layang atau underpass, maka tidak akan ada lagi perlintasan sebidang yang memotong jalan raya. Ini kunci agar kecelakaan tragis seperti di Bekasi Timur tidak terus berulang,” ujar Boyman.

Ia menambahkan, pembangunan underpass dan sterilisasi jalur kereta memang membutuhkan biaya besar. Karena itu, Boyman mendorong pemerintah membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta agar percepatan pembangunan dapat dilakukan lebih optimal.

Menurutnya, skema kolaborasi dengan swasta seperti yang diterapkan dalam pembangunan jalan tol bisa menjadi alternatif untuk mendukung proyek infrastruktur keselamatan perkeretaapian.

“Membangun underpass dan sterilisasi jalur ini biayanya mahal. Solusinya, kenapa tidak kita libatkan swasta seperti skema jalan tol? Bisnis perkeretaapian kita ini sangat menguntungkan karena pasarnya besar,” jelasnya.