fraksipan.com — Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Verrel Bramasta, menyampaikan rasa duka dan empatinya terhadap para korban jiwa dalam rangkaian demonstrasi 25–30 Agustus 2025. Hal itu ia ungkapkan dalam forum diskusi Fraksi PAN bersama perwakilan mahasiswa kelompok Cipayung di ruang rapat Fraksi PAN, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

“Tidak ada satupun tuntutan atau aspirasi politik yang sebanding dengan nyawa manusia. Tidak ada perubahan yang bermakna jika harus dibayar dengan darah anak bangsa sendiri,” tegas Verrel.

Dalam kesempatan tersebut, Verrel secara khusus menyebut sejumlah nama korban di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Makassar, Solo, Yogyakarta, Semarang hingga Manokwari, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka.

Selain menyampaikan empati, Verrel juga menegaskan komitmen Fraksi PAN untuk terus menegakkan demokrasi dengan menjadikan parlemen sebagai ruang yang benar-benar menyuarakan aspirasi rakyat. “Parlemen berasal dari kata parley, yang artinya bicara. Bicara di sini bukan sekadar omong-omong, tetapi menyuarakan aspirasi rakyat dan memperjuangkannya,” ujarnya.

Menurut Verrel, demokrasi akan semakin kuat jika disertai dengan perlindungan terhadap rakyat, keterbukaan informasi, serta keberanian mengambil langkah tegas terhadap penyimpangan. Ia menambahkan bahwa Fraksi PAN telah menunjukkan sikap konsisten dengan menonaktifkan kader yang dianggap melanggar amanat rakyat, sambil menunggu proses di Mahkamah Kehormatan Dewan.

“Demokrasi harus dijaga dengan adab, sopan santun, dan nilai-nilai budaya kita. Anak muda sebagai agent of change perlu hadir memperkuat karakter bangsa, termasuk lewat media sosial, agar demokrasi kita tumbuh sehat dan bermartabat,” tutup Verrel.