fraksipan.com — Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Verrel Bramasta, menegaskan bahwa anak muda memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan (agent of change) dalam memperkuat demokrasi di Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa kelompok Cipayung di ruang rapat Fraksi PAN DPR RI, Selasa (16/9/2025).
Menurut Verrel, demokrasi tidak cukup hanya dijaga melalui regulasi dan institusi, tetapi juga harus diperkuat oleh nilai-nilai budaya serta karakter generasi muda. “Kita sebagai anak-anak muda adalah agent of change. Kita harus bisa memperkuat karakter negara Indonesia dengan budaya ketimuran, budaya sopan santun, budaya ramah-tamah, dan budaya gotong royong,” ujar Verrel.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai bagian dari perjuangan anak muda dalam era demokrasi modern. Verrel mengingatkan bahwa rendahnya literasi digital dapat membuka ruang bagi distorsi informasi dan framing media yang merugikan individu maupun institusi. “Media digital kini menjadi kekuatan kelima bangsa kita, tetapi harus digunakan untuk memperkuat demokrasi, bukan melemahkannya,” katanya.
Verrel menambahkan, demokrasi yang sehat hanya bisa lahir jika anak muda berani bersuara namun tetap menjunjung adab dan etika. “Di atas ilmu masih ada adab. Demokrasi bukan sekadar tentang kebebasan berbicara, tetapi bagaimana kita menggunakan kebebasan itu dengan tanggung jawab,” tegasnya.
Dengan pesan itu, Verrel mengajak generasi muda untuk aktif berpartisipasi, menjaga karakter bangsa melalui ruang publik maupun media sosial, sekaligus memastikan demokrasi Indonesia tumbuh bermartabat dan sesuai nilai luhur bangsa.