fraksipan.id - Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Barat menggelar ajang Cerdas Cermat Islami PANDai 2026 tingkat SMA/MA se-Kota Pontianak sebagai sarana edukasi sekaligus pendekatan kepada generasi muda melalui kegiatan yang positif dan kompetitif.

Kegiatan yang berlangsung di Borneo Hotel Pontianak, Kamis (5/3/2026), tersebut diikuti oleh 11 sekolah tingkat SMA/sederajat dari berbagai wilayah di Kota Pontianak. Kompetisi yang digelar dalam suasana Ramadan itu menguji wawasan keislaman, pengetahuan umum, serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Setelah melalui persaingan ketat, SMA Muhammadiyah 1 Pontianak berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih MAN 2 Pontianak, disusul SMAN 8 Pontianak di peringkat ketiga, dan SMA Mujahidin Pontianak di posisi keempat.

Salah satu anggota tim pemenang dari SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Brian Dwi Ananda, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kemenangan itu menjadi penyemangat bagi timnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan, terlebih jika berkesempatan mewakili Kalimantan Barat pada tingkat nasional.

Ketua DPW PAN Kalimantan Barat, Boyman Harun, mengatakan ajang Cerdas Cermat Islami PANDai merupakan bagian dari upaya PAN memperkenalkan partai melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Boyman, pendekatan PAN kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai program positif, seperti pasar murah, bantuan hukum bagi warga kurang mampu, kegiatan olahraga, hingga pendidikan politik bagi kalangan mahasiswa.

Ia juga menjelaskan bahwa para juara dari masing-masing provinsi nantinya akan mewakili daerahnya dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh DPP PAN di Jakarta.

Sementara itu, peserta dari SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Berian Yuananda, menyatakan optimistis jika diberi kesempatan untuk berlaga di tingkat nasional. Ia menargetkan hasil terbaik dan berencana mempersiapkan diri lebih serius dengan memperdalam materi, termasuk mengenai PAN.

Pendamping tim SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Hilal, menambahkan bahwa meskipun persiapan yang dilakukan tidak terlalu panjang, para siswa telah memiliki bekal yang kuat dari pembelajaran di sekolah, khususnya dalam bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Menurutnya, bekal tersebut menjadi modal penting bagi siswa untuk bersaing dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.