fraksipan.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan sebanyak 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kementerian dan lembaga di Jakarta akan direkrut menjadi Komponen Cadangan (Komcad) pada semester pertama 2026.
“Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang,” ujar Sjafrie, dikutip dari ANTARA, Senin (2/2/2026).
Menanggapi kebijakan tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Slamet Ariyadi, menilai rekrutmen Komponen Cadangan dari unsur ASN telah memiliki dasar hukum yang jelas dan kuat.
“Landasan hukumnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) yang tujuannya untuk penguatan pertahanan nasional,” kata Slamet saat diwawancarai Kompas TV, Selasa (3/2/2026).
Ia menegaskan, rekrutmen Komcad tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses selektif dan sepenuhnya mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Komisi I pada 26 Januari 2026 sudah melaksanakan rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan dan TNI bersama jajaran, membahas rencana rekrutmen Komponen Cadangan dari ASN sekitar 4.000 orang. Tentunya kami sangat mendukung, karena Komponen Cadangan ini merupakan bagian dari sistem pertahanan semesta,” ujarnya.
Slamet juga menanggapi adanya perbedaan skema rekrutmen Komcad kali ini yang melibatkan ASN, berbeda dengan skema sebelumnya yang menyasar masyarakat sipil umum. Menurutnya, ASN dinilai lebih fleksibel untuk dilibatkan dalam program Komponen Cadangan.
“Unsur ASN maupun sipil tidak melanggar aturan. Komponen Cadangan ini juga sudah diatur dalam PP Nomor 3 Tahun 2021 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019,” terangnya.
Ia menambahkan, keterlibatan ASN justru dapat memperkuat kesiapsiagaan nasional, mengingat ASN memiliki kedisiplinan, struktur kerja yang jelas, serta mudah dimobilisasi sesuai kebutuhan negara.
Sementara itu, Pengamat Pertahanan dan Keamanan ISESS, Khairul Fahmi, menilai Komponen Cadangan dari unsur ASN relevan dengan tantangan konflik modern yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Menurut saya, Komponen Cadangan dari Aparatur Sipil Negara ini relevan dengan tantangan potensi konflik modern yang bersifat multidomain dan ancaman hibrida, termasuk perang siber. Aktualisasi konsep pertahanan semesta memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus menyesuaikan dengan dinamika ancaman keamanan yang terus berkembang.