fraksipan.com – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Yuliani Paris (AYP), terus memperjuangkan peningkatan kuota program Jaringan Gas (Jargas) untuk masyarakat Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Tahun 2025, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM mengalokasikan Rp217,8 miliar untuk pembangunan Jargas rumah tangga sebanyak 22.213 Sambungan Rumah (SR). Dari jumlah itu, Kabupaten Wajo hanya memperoleh tambahan 4.326 SR, sementara sisanya dialokasikan untuk Kabupaten Kendal dan Batang, Jawa Tengah.

Menurut AYP, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan masyarakat yang telah disurvei sebelumnya.

“Harusnya Wajo tahun ini mendapat 5.000 SR, karena survei sebelumnya menunjukkan angka itu,” ujar AYP, Senin (30/9/2025).

Legislator PAN asal Sulawesi Selatan itu mengaku sempat menyampaikan protes keras kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI. Ia menilai keputusan pengurangan kuota tidak sejalan dengan hasil survei lapangan dan kebutuhan riil masyarakat Wajo.

“Saya sampai menepuk meja waktu rapat dengan Menteri ESDM. Alasannya karena tender sudah berjalan dan waktunya mepet. Tapi karena proyek ini bersifat multiyears, saya akan perjuangkan tambahan kuota sambungan di tahun anggaran 2026,” tegas AYP.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, proyek pembangunan Jargas tahun anggaran 2025–2026 memiliki nilai total Rp217,8 miliar, dengan pembagian Rp128 miliar untuk tahun 2025 dan Rp89,8 miliar untuk tahun 2026.

AYP menegaskan, penambahan kuota Jargas sangat penting untuk mendorong pemerataan energi bersih dan efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi.

“Program Jargas ini bukan hanya soal akses energi murah, tapi juga bentuk pemerataan pembangunan. Saya ingin masyarakat Wajo bisa merasakan manfaat langsung dari kebijakan energi nasional,” tutupnya.

Pemerataan energi bersih tak boleh berhenti di kota besar. Wajo berhak merasakan manfaat Jargas untuk rumah tangga yang lebih hemat dan ramah lingkungan.