fraksipan.com — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah Indonesia yang akan mengirimkan 10.000 ton beras ke Palestina sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan. Menurut Okta, bantuan ini adalah bentuk konkret solidaritas dan kepedulian Indonesia terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bersimpati, tapi juga bertindak nyata dalam mendampingi perjuangan rakyat Palestina. Bantuan 10.000 ton beras ini bukan simbolik. Ini aksi nyata keberpihakan kita terhadap kemanusiaan,” tegas Okta dalam pernyataan usai aksi solidaritas Palestina di Monas, Minggu (3/8/2025).

Aksi solidaritas tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono mengumumkan komitmen pemerintah untuk segera mengirimkan bantuan beras ke Gaza — wilayah yang kini mengalami krisis pangan akibat blokade berkepanjangan dari Israel.

Okta menekankan bahwa keberhasilan Indonesia memberikan bantuan dalam jumlah besar tidak lepas dari pencapaian luar biasa di sektor ketahanan pangan nasional.

“Kita bersyukur, di bawah Presiden Prabowo dan dukungan Menko Pangan Zulkifli Hasan, Indonesia mencapai swasembada beras hingga 4 juta ton—tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Ini yang memungkinkan kita tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga berbagi dengan saudara kita di Palestina,” ungkap Okta.

Selain menyampaikan dukungan, Okta juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas krisis kelaparan yang melanda Gaza, yang hingga kini telah menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.

“Ini tragedi kemanusiaan yang tak bisa kita diamkan. Setiap anak yang wafat karena kelaparan adalah tamparan bagi nurani dunia. Indonesia harus terus mendesak dibukanya akses kemanusiaan dan memastikan bantuan kita benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, dan intelijen, Okta menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan di tingkat global.