fraksipan.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Okta Kumala Dewi, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), dalam memperkuat program Koperasi Desa Merah Putih. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihan di RW 18, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/8/2025).
Okta menilai, perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup masyarakat Indonesia. Data terbaru mencatat lebih dari 229 juta warga kini terhubung dengan internet, dengan rata-rata penggunaan mencapai 6 jam per hari. Potensi ruang digital, kata dia, harus dimaksimalkan untuk mendukung transparansi dan efisiensi program pemerintah.
“Bulan Juli lalu Presiden Prabowo bersama Menko Pangan meluncurkan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih sebagai penguatan ekonomi rakyat dari bawah. Program ini sangat baik, tapi harus kita kawal bersama. Dengan sentuhan teknologi digital dan AI, pengelolaan data koperasi bisa lebih akurat, transparan, dan terhindar dari manipulasi,” ujar Okta.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi untuk mempercepat digitalisasi data koperasi. Bahkan, Satgas Koperasi Desa Merah Putih telah menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mengintegrasikan pengelolaan data koperasi berbasis AI.
Di Kabupaten Tangerang sendiri, tercatat 274 Koperasi Desa Merah Putih telah menerima SK pengesahan badan hukum dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu koperasi percontohan berada di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, yang sudah mengembangkan berbagai unit usaha mulai dari simpan pinjam, apotek, toko sembako, penjualan gas LPG, hingga layanan klinik umum dan sektor pertanian serta perikanan.
Okta menegaskan, sebagai satu-satunya anggota DPR RI perempuan dari Dapil Banten III, ia akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui inovasi teknologi.
“Teknologi adalah kunci percepatan kesejahteraan rakyat. Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi dari desa, dan AI bisa menjadi alat untuk memastikan program ini tepat sasaran,” pungkasnya.