fraksipan.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) yang menempatkan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai menteri koordinator dengan kinerja terbaik di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Okta, hasil survei tersebut mencerminkan pengakuan publik terhadap kerja nyata Zulhas yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pangan.
“Saya mengapresiasi hasil survei SPIN yang menempatkan Pak Zulhas sebagai Menko berkinerja terbaik. Ini menunjukkan bahwa kerja beliau nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh rakyat. Kinerja luar biasa ini adalah buah dari kepemimpinan beliau yang fokus pada kepentingan masyarakat,” ujar Okta.
Legislator asal Dapil Banten III itu menilai, capaian kinerja Zulhas sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita, terutama dalam hal mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan nasional.
“Kinerja Pak Zulhas sangat sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Alhamdulillah, kita sudah mencapai swasembada beras — ini capaian besar bangsa yang harus terus dijaga dan diperkuat,” tegasnya.
Sebagai kader Partai Amanat Nasional, Okta mengaku bangga dan terinspirasi oleh capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Zulhas menjadi teladan nyata bagi seluruh kader PAN untuk bekerja dengan semangat melayani rakyat.
“Sebagai kader PAN, saya sangat bangga dan terinspirasi oleh Pak Menko Zulhas. Hasil survei ini menambah semangat kami untuk terus mengikuti arahan beliau — agar selalu hadir di tengah rakyat, membantu rakyat, dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Okta mengajak seluruh kader PAN di berbagai daerah, khususnya di Banten III, untuk terus mendukung dan mengawal program pangan nasional yang dikoordinasikan oleh Menko Zulhas.
“Kami akan terus mendukung penuh program pangan nasional agar capaian swasembada tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tutup Okta.