fraksipan.com — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PAN, Nasril Bahar, menyampaikan sejumlah catatan penting dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan jajaran dewan komisaris di Kompleks Parlemen, Selasa (23/9/2025).
RDP ini membahas evaluasi kinerja korporasi Semester I Tahun 2025 serta rencana kerja dan aksi korporasi hingga akhir tahun. Dalam forum tersebut, Nasril memberikan dukungan politik penuh kepada perusahaan Agrinas Palma sebagai BUMN yang dinilai memiliki potensi besar memperkuat aset negara.
Menurut Nasril, penguasaan lahan 1.508 hektare yang masih berproses hukum harus segera dipercepat status inkracht-nya. Jika dikelola maksimal, potensi lahan sawit bisa mencapai 3 juta hektare dengan nilai aset hingga Rp300 triliun.
“Kalau rata-rata harga sawit Rp100 juta per hektare, kontribusi terhadap aset negara akan sangat luar biasa. Kami di DPR siap mendorong percepatan agar hal ini bisa terwujud,” ujar Nasril.
Nasril juga menekankan pentingnya profesionalisme dan ketegasan dalam menyelesaikan konflik lahan. Ia meminta agar pemerintah dan perusahaan tidak tebang pilih dalam menghadapi pihak-pihak yang bermasalah.
“Yang salah, kita tebas. Jangan ada pilih kasih. Negara harus hadir dengan tegas. Inilah saatnya Agrinas Palma membuktikan diri sebagai aset negara yang bersih dan berdaya,” tegasnya.
Selain itu, Nasril mendorong agar Agrinas Palma ikut mendukung program Minyak Kita sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat. Meski perusahaan masih berbasis kemitraan dan KSO, ia menilai perlu ada cadangan produksi untuk pasokan minyak rakyat.
“Kami minta satu hal saja: program minyak rakyat. Rakyat harus merasakan manfaat kehadiran Agrinas Palma,” katanya.
Lebih lanjut, Nasril mengapresiasi pola kemitraan dan kerja sama operasional (KSO) yang dijalankan tanpa membebani utang baru, berbeda dengan BUMN perkebunan lain yang masih menanggung kewajiban besar.
“Kami bangga hari ini Dirut hadir didampingi Komisaris Utama. Ini jarang terjadi, bahkan hampir tidak pernah di Komisi VI. Harapan kami, Agrinas Palma bisa menjadi contoh kehadiran negara untuk memberantas mafia tanah dan mafia perkebunan,” pungkas Nasril.
Bagaimana pendapat Anda tentang peran Nasril Bahar dalam mendorong Agrinas Palma sebagai aset strategis negara? Tinggalkan komentar Anda di bawah untuk ikut berkontribusi dalam diskusi publik ini!