fraksipan.com – Upaya menekan angka stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. M. Muazzim Akbar, S.IP, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Muazzim dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang digelar di Hotel Pratama, Kota Mataram, dan dihadiri lebih dari 200 peserta.

“Kita harus memaknai kembali bahwa keluarga berencana bukan hanya soal jumlah anak, tetapi tentang membangun keluarga yang sehat, bahagia, dan berkualitas,” ujar Muazzim Akbar di hadapan peserta sosialisasi.

Legislator PAN ini menekankan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana tidak dapat dipisahkan dari sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga legislatif, dan partisipasi aktif masyarakat. Ia menilai, kolaborasi menjadi kunci utama agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh keluarga di tingkat akar rumput.

Dalam kesempatan itu, Muazzim juga menyinggung faktor budaya lokal yang turut memengaruhi tingginya angka stunting di NTB, seperti praktik kawin lari yang kerap melibatkan usia dini.

“Pernikahan usia anak menjadi salah satu penyebab utama stunting dan kematian ibu-anak. Karena itu, edukasi dan perubahan perilaku sosial perlu dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp71 triliun, yang digagas pemerintah untuk memperkuat gizi anak usia sekolah. Menurutnya, MBG merupakan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Sebelumnya, Ahmad Azhari Gufron, S.Si (Anggota DPRD Kota Mataram) selaku tuan rumah membuka acara dengan menyoroti tingginya angka stunting di NTB yang masih mencapai 29,8 persen, serta meningkatnya kasus pernikahan anak di beberapa wilayah.

Sementara itu, Dr. Indra Murty Surbakti, M.A, Direktur Kebijakan Strategi BKKBN RI, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui lima program unggulan BKKBN dan penguatan tenaga lapangan.

Dari daerah, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si, Kepala BKKBN NTB, menekankan perlunya menekan praktik pernikahan anak dan memperkuat kesadaran kesehatan reproduksi remaja.
Sedangkan H. Carnoto, S.KM., M.M, Plt. Kepala PPKB Kota Mataram, menyoroti pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendampingi ibu hamil serta mencegah kehamilan berisiko.

Kegiatan sosialisasi ini menghasilkan satu kesimpulan utama: penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah, DPR, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Hanya dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, kita bisa melahirkan generasi yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Muazzim Akbar.

Muazzim Akbar bersama BKKBN serukan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di NTB, menekankan pentingnya sinergi dan kesadaran masyarakat.