fraksipan.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah mendapat perhatian serius dalam aspek keamanan pangan dan obat. Untuk memastikan program tersebut berjalan aman dan tepat sasaran, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertema “Mewujudkan Masyarakat Cerdas Memilih Obat dan Makanan Aman” di Aula BPVP Lenek, Sabtu (7/2).
Program MBG yang menyasar kelompok rentan membutuhkan pengawasan ketat, terutama dari sisi higienitas, mutu, serta keamanan bahan pangan. Dalam konteks ini, peran BBPOM dinilai sangat strategis untuk mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang turut hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Dapil NTB II, H. M. Muazzim Akbar, atas inisiasi pelaksanaan KIE di Lombok Timur.
Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan MBG.
“Di Lombok Timur saat ini terdapat 213 SPPG yang beroperasi dari total 690 SPPG di NTB, atau sekitar 25 persen berada di Lombok Timur,” ungkapnya.
Wakil Bupati berharap ke depan Pemerintah Daerah dapat memperkuat kolaborasi dengan BBPOM dalam memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para ahli gizi di SPPG. Pendampingan tersebut tidak hanya menyangkut higienitas, tetapi juga pemanfaatan bahan pangan lokal.
Langkah ini dinilai mampu memperkuat mata rantai ekonomi daerah, mendukung pelaku UMKM, serta berkontribusi terhadap percepatan penurunan angka stunting.
Kegiatan KIE tersebut diisi dengan pemaparan materi dari BBPOM Mataram terkait cara memilih dan menggunakan obat serta makanan yang aman. Diskusi dan sesi tanya jawab bersama Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso, berlangsung interaktif dan mendapat respons antusias dari peserta.
Dalam kesempatan itu, H. M. Muazzim Akbar mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan edukasi secara maksimal agar masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi.
Peserta kegiatan terdiri dari unsur Forkopimcam, kepala desa, perwakilan PKK, kader kesehatan, pengelola SPPG, serta perwakilan masyarakat Kecamatan Lenek.
Melalui kegiatan ini diharapkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dengan dukungan pengawasan yang kuat serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat dan makanan.