fraksipan.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Herry Dermawan, menyoroti seriusnya persoalan irigasi yang hingga kini masih membebani para petani. Dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian terkait evaluasi anggaran 2025 dan rencana program 2026, Herry mengungkapkan bahwa banyak saluran irigasi di daerah yang tak pernah direhabilitasi selama puluhan tahun, sehingga berdampak langsung pada hasil produksi.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan rehabilitasi irigasi merupakan harapan besar para petani. Banyak di antaranya, kata Herry, bahkan sampai meneteskan air mata karena bertahun-tahun menunggu perbaikan yang tak kunjung datang. Namun di lapangan, justru muncul kebingungan mengenai siapa yang bertanggung jawab mengerjakan irigasi apakah Kementerian PUPR atau Kementerian Pertanian.
“Masalah irigasi ini sangat diidam-idamkan oleh para petani, bahkan banyak petani yang sampai mencucurkan air mata karena sudah puluhan tahun tidak pernah direhab,” ujarnya. Ia menambahkan, “Cuman di lapangan masih ada dualisme. Irigasi ini dari PU atau dari Kementan? Dan setahu saya Kementan sudah punya Dirjen Lahan dan Irigasi.”
Herry meminta Menteri Pertanian memberikan penjelasan yang lebih tegas mengenai batas kewenangan Dirjen Lahan dan Irigasi, agar tidak terjadi tumpang-tindih antarinstansi. Ia menekankan bahwa kejelasan tupoksi sangat penting untuk memastikan program rehabilitasi irigasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, tanpa kepastian ini, petani akan terus menjadi pihak yang paling dirugikan padahal irigasi merupakan faktor fundamental yang menentukan keberhasilan produksi pangan nasional.