fraksipan.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Ir. H. Herry Dermawan, memastikan bahwa produksi ayam nasional dalam kondisi surplus dan siap mendukung penuh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Herry dalam rangkaian kunjungan kerja masa reses di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Daerah Pemilihan Jabar X), Sabtu (11/10/2025). Dalam kegiatan tersebut, Herry berinteraksi langsung dengan masyarakat, pelaku usaha peternakan, dan meninjau kesiapan rantai pasok ayam untuk mendukung program prioritas pemerintah.
“Produksi ayam nasional kita jauh melebihi kebutuhan. Jadi Ketua BGN (Badan Gizi Nasional) tak perlu khawatir. Peternak ayam di Indonesia siap memenuhi pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Herry Dermawan.
Produksi Nasional Melebihi Kebutuhan Reguler
Herry menjelaskan, kapasitas produksi ayam pedaging (broiler) nasional tahun 2025 mencapai 4,27 juta ton, sedangkan kebutuhan reguler masyarakat Indonesia hanya sekitar 3,86 juta ton per tahun.
Artinya, terdapat surplus sebesar 481.880 ton daging ayam. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor peternakan nasional memiliki kekuatan produksi yang solid dan mampu menopang peningkatan kebutuhan akibat pelaksanaan program MBG.
“Surplus produksi ayam nasional saat ini sangat cukup untuk mendukung kebutuhan MBG tanpa mengganggu pasokan reguler. Jadi, stok kita aman,” tegas Herry.
Program MBG Dongkrak Permintaan Ayam Nasional
Menurut Herry, kebijakan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang menetapkan menu olahan ayam dua kali per pekan dalam program MBG telah meningkatkan permintaan daging ayam secara signifikan.
Dengan asumsi setiap porsi MBG membutuhkan 108 gram daging ayam per siswa, dan saat ini terdapat sekitar 9.000 SPPG (Satuan Pengelola Program Gizi) aktif yang masing-masing melayani 3.000 siswa, maka total kebutuhan daging ayam selama tiga bulan mencapai 81.648 ton.
Jumlah ini masih dapat dengan mudah dipenuhi dari surplus nasional yang mencapai 481.880 ton, bahkan masih menyisakan cadangan sekitar 316.000 ton.
Pasokan Aman Meski Program MBG Diperluas
Herry menuturkan, bahkan jika ke depan jumlah dapur MBG meningkat menjadi 30.000 SPPG, dengan jumlah penerima manfaat yang sama, maka kebutuhan daging ayam hanya naik menjadi 272.160 ton.
“Kebutuhan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis masih bisa dipenuhi dari surplus nasional. Bahkan, kalau program diperluas sekalipun, pasokan tetap aman,” ujarnya optimistis.
Dukungan Penuh dari Peternak Nasional
Sebagai Ketua Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GO PAN), Herry menegaskan bahwa peternak ayam di berbagai daerah telah siap berperan aktif dalam menyukseskan program MBG.
Ia menilai, program ini tidak hanya berdampak positif terhadap peningkatan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui peningkatan permintaan terhadap produk peternakan dalam negeri.
“Kami para peternak melihat program ini bukan sekadar program sosial, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat. Dengan perencanaan yang baik, MBG bisa memberi manfaat besar bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Herry.
Menjaga Stabilitas Harga dan Pasar Domestik
Herry mengingatkan pemerintah agar menjaga stabilitas harga ayam di pasar agar surplus produksi tidak menekan harga di tingkat peternak.
Ia mendorong adanya strategi penyerapan dan distribusi yang tepat agar keseimbangan antara permintaan, produksi, dan harga tetap terjaga.
“Kuncinya ada di tata kelola distribusi. Surplus ini harus dimanfaatkan dengan bijak agar tidak justru merugikan peternak,” imbuhnya.
Komitmen PAN untuk Ketahanan Pangan Nasional
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Herry menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah, asosiasi peternak, dan pelaku industri pangan.
“Kami di Komisi IV DPR RI akan terus memastikan agar program ini berjalan sesuai target, baik dari sisi pasokan, kualitas, maupun keberlanjutan. Ini bagian dari upaya membangun bangsa yang sehat dan mandiri,” pungkas Herry Dermawan.