fraksipan.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia, menanggapi dengan penuh keprihatinan dan keseriusan kasus meninggalnya bocah laki-laki berinisial MRS (11) di toilet Musala At-Taubah, Desa Sadasari, Kabupaten Majalengka. Tragedi memilukan ini mengguncang masyarakat setempat, dan Farah memastikan akan mengawal proses hukumnya hingga tuntas.
Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian telah menangkap seorang laki-laki berusia 24 tahun yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Farah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan pentingnya menegakkan keadilan.
“Pertama-tama, saya menyampaikan duka cita yang teramat dalam kepada keluarga ananda MR. Ini merupakan tragedi yang memilukan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi bagi kita semua di Majalengka. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Farah, saat dihubungi dari Sumedang, Selasa (21/10/2025).
Legislator muda dari Fraksi PAN itu menuturkan bahwa peristiwa ini menyentuh sisi kemanusiaan terdalam, terutama dari sudut pandangnya sebagai seorang ibu.
“Sebagai seorang ibu, hati saya ikut hancur membayangkan duka yang dirasakan keluarga. Peristiwa ini menegaskan betapa mendesaknya tugas kita untuk melindungi setiap anak dari segala bentuk kekerasan,” katanya.
Farah juga mengapresiasi langkah cepat Polres Majalengka yang telah bergerak menangkap terduga pelaku. Ia mendorong agar proses hukum dijalankan secara transparan dan profesional, demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
“Saya meminta masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan tidak melakukan tindakan di luar hukum. Mari kita berikan kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kita kawal bersama agar hukum tegak seadil-adilnya,” tegasnya.
Farah juga memahami rasa duka dan kemarahan warga atas tragedi ini, namun ia mengajak seluruh pihak untuk menyikapi peristiwa ini secara bijak dan berlandaskan hukum. Menurutnya, satu-satunya jalan menuju keadilan sejati adalah dengan mengawal proses hukum secara konsisten dan berintegritas.
Lebih lanjut, Farah berkomitmen untuk mengawal langsung perkembangan kasus ini. Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut harus menjadi momentum pembelajaran bagi semua pihak untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan dan kepedulian sosial masyarakat.
“Saya akan terus memantau setiap tahapannya dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya demi keadilan bagi ananda MR dan keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk bahu-membahu menjaga lingkungan dan menciptakan rasa aman bagi anak-anak. Melindungi mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Bagaimana pandangan Anda tentang langkah Farah Puteri Nahlia dalam mengawal kasus ini hingga tuntas? Tulis komentar Anda di bawah dan ikut suarakan kepedulian terhadap perlindungan anak di Indonesia.