fraksipan.com — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia, menyambut dengan penuh kebanggaan kedatangan kapal fregat terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Brawijaya-320, yang resmi merapat di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Farah menilai kehadiran kapal perang terbesar di Asia Tenggara ini bukan sekadar modernisasi alutsista, melainkan juga pernyataan tegas kedaulatan Indonesia di laut.
“KRI Brawijaya-320 adalah pencapaian luar biasa yang menandai keseriusan kita dalam membangun kekuatan pertahanan laut yang modern, andal, dan disegani di kawasan,” ujar Farah kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Legislator PAN itu menyebut pengadaan kapal tempur berteknologi tinggi ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan sistem pertahanan nasional sebagai prioritas utama.
Menurutnya, fregat dengan panjang 150 meter dan bobot tempur 6.200 ton tersebut menjadi simbol kekuatan baru TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia, memastikan keamanan laut, serta melindungi sumber daya maritim dari ancaman eksternal.
“Langkah modernisasi ini menunjukkan bahwa penguatan kedaulatan maritim bukan sekadar wacana. KRI Brawijaya-320 adalah pernyataan kedaulatan kita di laut, menegaskan bahwa Indonesia mampu dan siap mengamankan kekayaan maritimnya demi kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Farah juga menekankan pentingnya agar investasi pertahanan tidak hanya berhenti pada pembelian alutsista, melainkan didukung transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ia menilai hal itu sebagai syarat mutlak bagi kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
“Cita-cita Indonesia sebagai negara maritim yang disegani hanya dapat tercapai jika didukung ekosistem pertahanan yang mandiri. Setiap investasi pertahanan harus kembali dalam bentuk peningkatan kapabilitas industri dan SDM kita,” jelasnya.
Farah menegaskan, pondasi pertahanan yang kuat akan membuka jalan bagi Indonesia untuk berperan lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan dan melindungi kepentingan nasional di tingkat global.
“Pada akhirnya, kekuatan pertahanan yang solid akan memungkinkan Indonesia berkontribusi lebih besar bagi stabilitas dan perdamaian kawasan, sekaligus memastikan kepentingan nasional kita selalu terlindungi,” pungkasnya.