fraksipan.com - Anggota DPR RI Fraksi PAN, Edison Sitorus, dengan tegas menolak rencana relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau. Menurutnya, relokasi ini bukan hanya berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM), tetapi juga menambah penderitaan masyarakat yang sudah lama tinggal dan bergantung pada kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Edison menekankan bahwa kepentingan manusia harus diutamakan dibanding sekadar mempertahankan luas kawasan hutan. Ia menegaskan, negara tidak boleh lebih mementingkan hutan daripada kesejahteraan rakyat.
Alternatif Solusi Relokasi dari Edison Sitorus
Edison Sitorus tidak hanya menolak, tetapi juga mengajukan sejumlah solusi jika pemerintah tetap bersikeras melakukan relokasi. Ia menyarankan agar warga tidak dipindahkan ke tanah kosong yang tidak produktif, melainkan ke lahan negara seperti PTPN yang sudah memiliki perkebunan sawit. Dengan begitu, warga dapat segera memperoleh sumber penghasilan tanpa harus memulai dari nol.
Selain itu, Edison juga mengusulkan agar tata ruang kawasan TNTN ditinjau ulang. Ia memberikan contoh, dari 10.000 hektar kawasan hutan dapat dikurangi menjadi 5.000 hektar, sehingga masyarakat masih memiliki ruang untuk hidup layak tanpa kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Kepentingan Manusia di Atas Segalanya
Dengan lantang, Edison menyampaikan, “Masa lebih penting hutan daripada manusia?” Baginya, kebijakan negara harus selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat. Pemerintah wajib memanusiakan manusia dengan menghadirkan solusi yang adil dan berpihak kepada warga.
Empati dan Dukungan Politik untuk Warga TNTN
Dalam rapat yang membahas persoalan ini, Edison Sitorus menunjukkan keprihatinannya terhadap kondisi warga. Ia hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai bentuk nyata dukungan politik dan empati kepada masyarakat yang menjadi korban kebijakan tata kelola hutan yang tidak berpihak pada rakyat kecil.
Bagaimana pendapat Anda tentang sikap tegas Edison Sitorus ini? Silakan tuliskan komentar Anda di bawah agar suara masyarakat semakin terdengar.