fraksipan.id - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan DPR RI akan memanggil PT PLN (Persero) untuk meminta penjelasan terkait pemadaman listrik skala luas atau blackout yang melanda sebagian wilayah Sumatra pada akhir pekan ini.
Menurut Eddy, Komisi XII DPR RI ingin mendapatkan penjelasan secara menyeluruh mengenai akar persoalan yang menyebabkan gangguan listrik tersebut, termasuk dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan sektor pelayanan publik.
“Kami ingin memahami permasalahan pembangkitan termasuk juga jaringan yang terdampak. Kami akan secara teratur memanggil RDP kepada PLN. Tetapi khusus untuk kasus ini, saya kira kami akan memanggil untuk mendapatkan masukan yang komprehensif dari PLN dalam waktu dekat,” ujar Eddy Soeparno, Minggu (24/5/2026).
Ia menegaskan bahwa DPR juga akan meminta PLN menyiapkan strategi mitigasi yang jelas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Menurut Eddy, keandalan sistem kelistrikan nasional harus menjadi perhatian serius, terutama untuk memastikan stabilitas pasokan energi di wilayah strategis seperti Sumatra.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ramson Siagian, juga menilai PLN perlu memberikan penjelasan detail mengenai penyebab blackout serta langkah perbaikan dan pencegahan ke depan.
“Komisi XII akan membicarakan untuk menentukan jadwal pemanggilan PLN, untuk menjelaskan penyebab terjadinya blackout secara detail dan solusinya, serta pencegahannya di masa yang akan datang,” kata Ramson.
Ia menambahkan bahwa persoalan utama diduga bukan terletak pada pasokan energi pembangkit, melainkan pada keandalan jaringan transmisi listrik yang dinilai masih rentan mengalami gangguan.
“Pemeliharaan dan pengawasan jalur transmisi perlu ditingkatkan, apalagi jalur transmisi Jawa dan Sumatra sangat rentan kalau terjadi kerusakan dengan alasan apa pun,” ujarnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Syarif Fasha, mengusulkan agar setiap provinsi di Sumatra mulai mengembangkan konsep “mandiri energi” dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki masing-masing daerah.
“Mandiri energi di sini memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah masing-masing,” ungkap Syarif.
Menurutnya, Sumatra memiliki potensi energi yang sangat besar mulai dari batu bara, gas, tenaga air, hingga energi surya yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan listrik daerah.
Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga stabilitas sektor kelistrikan tidak hanya berada di tangan PLN, tetapi juga pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sangat ironis, Sumatra merupakan lumbung energi dengan sumber daya alam energi berlimpah, namun ketahanan listriknya sangat lemah,” tandasnya.