fraksipan.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN Desy Ratnasari menegaskan pentingnya kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang muncul akibat ketidakstabilan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, perubahan geopolitik dunia serta kemajuan teknologi dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari keamanan siber, geopolitik, hingga perekonomian nasional.
Desy menilai, meski semua pihak tentu tidak menginginkan terjadinya darurat militer, TNI harus tetap siap melaksanakan operasi militer bila Indonesia menghadapi ancaman internal maupun eksternal yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan negara.
“Yang terpenting adalah dukungan anggaran. Jangan sampai alutsista kita tidak siap untuk menjaga kedaulatan rakyat, khususnya terhadap negara-negara tetangga. Kesiapan ini harus didukung oleh anggaran yang berkelanjutan agar prajurit dapat berlatih dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Desy Ratnasari.
Politisi Fraksi PAN ini menekankan bahwa dukungan anggaran pertahanan yang berkelanjutan dan efektif menjadi kunci agar TNI dapat memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan peralatan tempur modern (alutsista) yang diperlukan dalam menjaga keamanan nasional.
“Baik itu untuk kebutuhan senjata, peluru latihan, maupun peralatan pendukung lainnya harus dipastikan mencukupi agar prajurit TNI siap dalam segala kondisi untuk mempertahankan kedaulatan negara,” lanjutnya.
Desy juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan bangsa tidak selalu berbentuk agresi militer. Konflik internal, perbedaan tafsir ideologi, maupun serangan siber dapat menjadi pemicu gangguan stabilitas nasional jika tidak diantisipasi sejak dini.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, lembaga negara, dan masyarakat sipil dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Untuk menjaga kedaulatan negara, TNI perlu menjalin sinergi dengan lembaga lain dan kelompok masyarakat agar seluruh elemen bangsa tidak mudah terpecah belah. Persatuan Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Menurut Desy, menjaga pertahanan dan kedaulatan negara di era modern tidak hanya bergantung pada kekuatan militer semata, tetapi juga pada kemampuan bangsa dalam memelihara persatuan nasional dan meningkatkan daya saing teknologi pertahanan.
Dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat, ia optimis TNI dapat terus meningkatkan profesionalisme serta kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman masa depan.