fraksipan.id - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Athari Gauthi Ardi, mengungkap sejumlah persoalan mendasar yang dinilai masih menghambat perkembangan sektor pariwisata nasional. Sedikitnya ada tiga isu krusial yang perlu segera mendapat perhatian serius pemerintah.

Persoalan pertama, menurut Athari, adalah masih banyak destinasi wisata di Indonesia yang belum memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

“Mulai dari fasilitas dasar seperti toilet dan tempat pembuangan sampah masih minim di sejumlah lokasi wisata,” ujar Athari kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/11/2025.

Ia menilai, lemahnya pemenuhan standar CHSE berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Karena itu, Athari meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menjelaskan langkah konkret yang telah dan akan dilakukan guna memperbaiki kualitas kebersihan serta kenyamanan di destinasi wisata.

Selain persoalan fasilitas, Athari juga menyoroti inkonsistensi regulasi retribusi sampah di berbagai daerah sebagai hambatan berikutnya. Menurutnya, perbedaan tarif, mekanisme insentif, hingga aturan yang tidak seragam justru menyulitkan pengelolaan sampah di kawasan wisata.

“Perbedaan biaya dan aturan ini malah menghambat inisiatif lokal dalam pengelolaan sampah wisata,” tegasnya.

Athari menilai, tanpa regulasi yang jelas dan seragam, upaya pengelolaan lingkungan di destinasi wisata akan berjalan tidak optimal. Ia pun mendorong adanya kebijakan yang lebih terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah agar sektor pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.