fraksipan.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PAN Ahmad Yohan mendorong pemerintah untuk segera menuntaskan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kunjungan kerja spesifik ke Gudang Bulog Kota Kupang, Ahmad Yohan mengungkapkan bahwa realisasi program SPHP beras di wilayah tersebut baru mencapai sekitar 40%. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan masyarakat terhadap beras semakin mendesak, terutama di tengah gejolak harga pangan nasional.
“Karena memang rakyat sangat membutuhkan, ketika beras di lapangan semakin mahal dan langka, program SPHP yang dijalankan Bulog ini sangat penting. Mudah-mudahan keluhan soal beras di NTT bisa segera kita akhiri dengan baik,” ujar Ahmad Yohan.
Legislator Fraksi PAN asal NTT itu menegaskan pentingnya percepatan distribusi beras SPHP agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Ia menilai, jika penyaluran berjalan optimal, program ini tidak hanya akan menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi tekanan inflasi pangan di daerah.
Ahmad Yohan juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, Bulog, dan pemerintah daerah harus diperkuat agar distribusi pangan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Pemerintah tidak boleh hanya menunggu di gudang. Harus aktif turun langsung ke lapangan memastikan pasokan tersedia dan masyarakat bisa membeli beras dengan harga yang wajar,” tambahnya.
Sebagai daerah dengan potensi pertanian yang besar, Yohan menilai NTT juga perlu memperkuat ketahanan pangan lokal melalui peningkatan produktivitas petani dan efisiensi distribusi hasil panen.
Dengan langkah-langkah konkret di lapangan, ia optimis stabilisasi harga pangan di NTT dapat segera tercapai, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.