fraksipan.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Ahmad Yohan, mendorong pemerintah untuk fokus mengembangkan potensi pangan lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya pada komoditas jagung yang menjadi unggulan daerah tersebut.
Menurut Ahmad Yohan, kualitas jagung di NTT sangat baik dan produktivitas petani cukup tinggi, namun masih ada persoalan serius terkait rendahnya serapan Bulog terhadap hasil panen petani.
“Dari target serapan 27.000 ton, saat ini baru terealisasi sekitar 300 ton. Harapan kita di sisa waktu tahun 2025 ini, Bulog tidak hanya menunggu di gudang, tapi juga harus turun langsung ke lapangan untuk menyerap hasil panen petani,” ujar Ahmad Yohan dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).
Legislator asal Dapil NTT II itu menekankan bahwa peran aktif Bulog sangat penting agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan tidak merugikan mereka. Ia menilai, petani NTT selama ini telah berjuang keras menjaga kualitas dan kontinuitas produksi jagung di hampir semua kabupaten.
“Petani kita ini luar biasa. Mereka sudah menjaga kualitas jagung yang sangat bagus, bahkan beberapa daerah di NTT berpotensi menjadi sentra ekspor. Karena itu, sudah saatnya pemerintah hadir secara nyata membantu mereka,” tegasnya.
Ahmad Yohan juga menegaskan bahwa NTT memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung jagung nasional. Cita-cita tersebut telah menjadi harapan sejak lama dan harus diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN pangan.
“Kita ingin NTT tidak hanya swasembada jagung, tapi juga bisa ekspor. Jagung NTT memiliki kualitas yang sangat baik, dan jika ditopang dengan teknologi pertanian serta infrastruktur yang memadai, maka kesejahteraan petani akan semakin meningkat,” ujarnya optimistis.
Selain dorongan kepada Bulog, Ahmad Yohan juga menekankan pentingnya dukungan teknologi dan akses pembiayaan bagi petani, agar produktivitas meningkat tanpa tergantung pada musim.
“Kalau pemerintah serius membantu dari sisi infrastruktur, bibit unggul, dan distribusi hasil panen, saya yakin NTT bisa menjadi contoh keberhasilan daerah dalam kemandirian pangan nasional,” pungkasnya.