Jakarta,27/01/2026 — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Arisal Aziz, menyoroti keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dinilai belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya dalam penguatan pemahaman Pancasila di kalangan generasi muda.
Dalam rapat kerja bersama mitra terkait, Arisal Aziz mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya ruang pembelajaran nilai-nilai Pancasila di dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu, pendidikan Pancasila diajarkan secara berjenjang sejak SD, SMP, hingga SMA, bahkan diperkuat melalui program penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).
“Dulu kita belajar Pancasila secara serius di sekolah. Bahkan ketika naik jenjang pendidikan, ada penataran P4 yang benar-benar membentuk pemahaman ideologi kebangsaan. Sekarang hal itu nyaris tidak kita rasakan lagi,” ujar Arisal Aziz.
Menurutnya, absennya penguatan pendidikan Pancasila dalam kurikulum berpotensi membuat generasi muda kehilangan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar bangsa. Jika hal ini dibiarkan, Arisal Aziz menilai ke depan Pancasila hanya akan dikenal sebagai simbol, bukan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Ia pun mendorong agar pemerintah, melalui BPIP dan kementerian terkait, mengambil langkah konkret dengan mengembalikan pendidikan Pancasila sebagai bagian penting dalam kurikulum nasional. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari krisis ideologi dan nilai kebangsaan.
Terkait anggaran, Arisal Aziz menegaskan Fraksi PAN pada prinsipnya mendukung pemanfaatan anggaran negara untuk pembinaan ideologi Pancasila, selama digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
“Kalau ini menyangkut masa depan generasi anak-anak kita, Fraksi PAN tentu mendukung. Yang penting jelas langkahnya, jelas dampaknya, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Fraksi PAN berharap penguatan kembali pendidikan Pancasila dapat menjadi solusi jangka panjang dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.