fraksipan.id– Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, menegaskan bahwa optimalisasi penggunaan anggaran negara harus berorientasi pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak hanya tercermin dari tingkat serapan, tetapi juga dari kualitas hasil yang mampu meningkatkan pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan Muazzim Akbar dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang membahas pelaksanaan anggaran serta penguatan program pelindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Muazzim menyampaikan harapannya agar anggaran yang dialokasikan pada tahun 2025 dapat diimplementasikan secara efektif sehingga mampu menghadirkan perlindungan yang lebih baik, pelayanan yang semakin mudah diakses, proses penempatan yang aman, serta program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi pekerja migran Indonesia beserta keluarganya. "Setiap anggaran yang dialokasikan harus memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya bagi para pekerja migran Indonesia yang membutuhkan pelindungan dan pelayanan yang optimal," ujar Muazzim.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan hingga ke daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan, serta penyempurnaan sarana dan prasarana pendukung. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
Muazzim berharap sinergi antara DPR RI dan KP2MI terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif bagi pekerja migran Indonesia. Dengan tata kelola anggaran yang efektif dan akuntabel, diharapkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia semakin optimal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bekerja di luar negeri.