fraksipan.id — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN, Athari Gauthi Ardi, menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga dan meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Athari dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (21/1/2026). Ia menilai, promosi dan pemasaran yang masif tidak akan berdampak optimal apabila tidak dibarengi dengan jaminan keselamatan dan kenyamanan di lapangan.
“Pariwisata itu bukan hanya soal marketing. Keamanan menjadi fondasi utama. Tanpa rasa aman, kepercayaan wisatawan akan runtuh, dan citra Indonesia bisa terdampak di tingkat global,” ujar Athari.
Athari menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaku usaha dan vendor transportasi wisata, khususnya pada sektor transportasi laut dan darat. Menurutnya, aspek keselamatan, mulai dari perawatan armada hingga kepatuhan terhadap kapasitas penumpang, harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Ia mengkritisi praktik sejumlah operator yang dinilai masih mengabaikan standar keselamatan demi keuntungan. “Tidak bisa setiap terjadi kecelakaan, yang disalahkan hanya pengemudinya. Perusahaan harus ikut bertanggung jawab, mulai dari sistem rekrutmen sopir hingga maintenance kendaraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Athari mendorong Kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Perhubungan, untuk memastikan adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan pengawasan berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha wisata.
Menurutnya, penguatan sistem keamanan akan berdampak langsung pada citra Indonesia sebagai destinasi yang aman dan terpercaya. “Keamanan yang terjaga bukan hanya melindungi wisatawan, tetapi juga melindungi nama baik bangsa di mata dunia,” katanya.
Athari berharap langkah konkret pemerintah dalam memperketat pengawasan dan menegakkan SOP dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan sektor pariwisata nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.