Frasksipan.id – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Aqib Ardiansyah, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap tata kelola dan budaya korporasi di sektor pertambangan agar kontribusi industri terhadap pembangunan nasional dapat terus ditingkatkan. Hal tersebut disampaikan Aqib dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI bersama jajaran direksi PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral. Menurutnya, kedua perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah.
"Keberadaan Freeport dan Amman Mineral di Indonesia telah memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Oleh karena itu, evaluasi secara menyeluruh terhadap budaya korporasi menjadi penting agar perusahaan dapat terus beradaptasi dengan dinamika dan tantangan yang berkembang," ujar Aqib.
Ia menilai, penguatan tata kelola perusahaan perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga setiap tantangan yang muncul dapat direspons dengan langkah-langkah yang komprehensif. Menurutnya, evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga perlu didukung dengan indikator yang terukur sebagai dasar untuk melihat efektivitas perbaikan yang dilakukan. "Perlu ada alat ukur yang mampu menunjukkan nilai tambah dari setiap proses evaluasi, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara nyata dan menjadi dasar bagi peningkatan kinerja perusahaan ke depan," lanjutnya.
Aqib berharap sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku industri pertambangan terus diperkuat guna menciptakan tata kelola perusahaan yang semakin baik, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia. Menurutnya, dengan evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, sektor pertambangan diharapkan dapat terus menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan nilai tambah yang optimal bagi bangsa dan negara.